Kamis, 24 April 2014

BI Dorong Kerja Sama Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Mikro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mendorong bank-bank syariah melakukan kerja sama atau program linkage dengan lembaga keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal wa Tamwiil (BMT) dan koperasi jasa keuangan syariah.
Kepentingan membangun kerja sama antara bank syariah dengan lembaga keuangan mikro syariah bersifat mutual benefit atau timbal balik dan bertujuan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Untuk mendukung kemitraan ini, BI sejak 2011 melakukan pemetaan BMT dan koperasi syariah, mengidentifikasi kunci sukses dan bentuk pola kemitraan terbaik antara bank syariah dengan lembaga keuangan mikro syariah. 
Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah mengatakan masih banyak masyarakat yang belum terlayani jasa keuangan, padahal potensi UMKM sangat besar.
"Berbagai kebijakan dan inistiatif pengembangan koperasi dan lembaga keuangan mikro termasuk yang berpola syariah penting menjadi prioritas pembangunan ke depan," ujarnya dalam siaran pers yang diterimaRepublika, Senin (17/6).

Menurut dia, urgensi keberadaan industri keuangan mikro bagi sektor usaha mikro-kecil nasional disadari betul pemerintah. Banyak upaya penguatan industri keuangan mikro yang telah dan terus dilakukan.
Antara lain adalah penguatan landasan hukum keuangan mikro dengan penerbitan UU No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian dan UU No 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro.
"Dua UU ini diharapkan dapat mendorong industri keuangan mikro yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk lembaga keuangan dalam memberikan pelayanan bagi usaha mikro-kecil," katanya.

Pada sisi lain, kepastian hukum bagi lembaga keuangan sektor mikro-kecil akan memudahkan lembaga dalam melakukan kerja sama dengan institusi lain seperti melakukan kemitraan dengan bank syariah.
Halim mengatakan kedua UU tersebut memberikan banyak tugas bagi otoritas dan stakeholders perkoperasian dan keuangan mikro untuk dilaksanakan.

Selain itu, terdapat sejumlah isu seperti pemilahan kewenangan dan tanggung jawab lembaga-lembaga pemerintah dalam pembinaan, pengaturan dan pengawasan lembaga keuangan mikro. 
Khusus bagi lembaga keuangan mikro syariah dengan format BMT, terdapat isu penting mengenai kejelasan posisi BMT dalam kedua UU tersebut. BMT secara eksplisit tertulis sebagai lembaga keuangan mikro yang akan diawasi OJK dalam UU LKM.
Namun pada realitasnya banyak BMT beroperasi dengan badan hukum koperasi juga menjadi objek yang diatur UU Perkoperasian dengan mengelompokan lembaga tersebut sebagai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) berdasarkan prinsip ekonomi syariah.
BI berharap ke depannya lembaga keuangan mikro syariah dapat meningkatkan kemitraan dan aliansi strategis dengan lembaga keuangan syariah lainnya, termasuk bank syariah sehingga mampu melayani sektor usaha mikro-kecil secara maksimal.


Pendapat Pembaca :
Menurut saya mengenai Bank Indonesia kerjasama dengan bank syariah dan lembaga keuangan mikro sangat baik bagi Indonesia yang berpotensi UMKM yang sangat besar dapat membantu masyarakat dalam jasa keuangan. Dalam hal ini pemerintah juga berperan dalam penerbitan undang-undang tentang perkoperasian dan lembaga keuangan mikro pada 3 tahun terakhir ini. Dalam hal banyak semua pihak yang berharap akan kemajuan dari lembaga keuangan mikro yang berbasis syariah.


Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/13/06/17/mojj14-bi-dorong-kerja-sama-bank-syariah-dan-lembaga-keuangan-mikro

Minggu, 06 April 2014

AirAsia withdraws offending inflight magazine

KUALA LUMPUR, Malaysia (AP) — Southeast Asia's top budget carrier AirAsia on Saturday withdrew its latest inflight magazine and apologized for an offending article boasting that its well-trained pilots would never lose a plane.
AirAsia Executive Chairman Kamarudin Meranun expressed "deep regret and remorse," saying the latest issue of travel 3Sixtymagazine was printed before the Malaysia Airlines plane carrying 239 people disappeared March 8 while en route from Kuala Lumpur to Beijing.
Kamarudin said the article was a monthly aviation column prepared well in advance by a retired pilot, who had worked for both AirAsia and Malaysia Airlines.
"This is a truly difficult time for the nation and words cannot describe how I personally feel of this incident," Kamarudin said in a statement. "It truly saddens me that this article was released at such an inopportune moment. Again, I repeatedly offer my sincere apologies for any discomfort this may have caused."
The article sparked anger on social media after an AirAsia passenger posted a photograph of the text on Twitter late Friday.
The last paragraph read: "Pilot training in AirAsia is continuous and very thorough. Rest assured that your captain is well prepared to ensure your plane will never get lost."
AirAsia group CEO Tony Fernandes also echoed the apology.
"As soon as we were informed on Twitter, we withdrew. Once again, apologies. It has been a difficult time for all in the industry," he tweeted.
Kamarudin said disciplinary action would be taken against the magazine's editorial team.
The fate of the Malaysian airline remained a mystery nearly a month after it vanished. A multinational search team is racing against time to find the flight recorders in the Indian Ocean where it was believed to have crashed. No floating wreckage has been found in the water so far.
It wasn't the first faux pas for AirAsia.
On the day the plane went missing, Fernandes said on Twitter that the aircraft's radio had failed and that all were safe, but later deleted the tweet.


Reader's Opinion :
Mega Brilianingrum
14210307
4ea10

First of all, I’m sending my deep condolences for the victims’ family. May Allah bless them.
The topic which has been brought in the magazine became such a sensitive topic because it says that “well-trained pilots would never lose a plane”. And the fact that MH370 is driven by a well-trained pilot yet the plane is nowhere to be found.
People made such a big fuss about the article but apparently the article was printed before the Malaysia Airlines disappeared. Did the writer have expected the bad stuffs about Malaysia Airlines to happen and wrote the article to offend Malaysia Airlines party? Nope, right.  Let’s think about it again, even thought the pilot is well-trained, but human error issues can never be avoided anyways.
The fate of Malaysia Airlines remains a mystery ever since a month ago. Let’s hope that miracle would happen.
  

Source of article : 
http://www.usatoday.com/story/money/business/2014/04/05/airasia-withdraws-inflight-magazine-says-sorry/7355741/

Manajemen Rantai Pasok Tebu di Indonesia (Bagian I)

29 Juli 2013

Manajemen Rantai Pasok (supply chain management) adalah rencana, implementasi, koordinasi dan pengendalian terintegrasi dari keseluruhan proses dan aktivitas bisnis yang diperlukan untuk memroduksi, mengantarkan produk seefisien mungkin dan memenuhi kebutuhan pasar. Proses bisnis sendiri adalah suatu set aktivitas yang dirancang terstruktur dan terukur untuk menghasilkan suatu output khusus untuk pasar pelanggan tertentu. Proses bisnis berkaitan dengan manajemen pengembangan produk baru, pemasaran, pendanaan dan hubungan dengan pelanggan.
Analisis rantai pasok secara ideal harus dievaluasi dalam konteks jejaring kerja rantai pangan. Karakteristik jejaring kerja rantai pangan terbagi dua, meliputi rantai agrifood untuk produk segar dan rantai agrifood untuk produk pangan. Pada rantai kedua, produk pertanian digunakan sebagai bahan mentah untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan konsumen dengan nilai tambah tinggi. Umumnya, proses pengolahan akan memperpanjang shelf-life produk. Pada konteks ini, manajemen rantai pasok tebu masuk dalam rantai agrifood untuk produk pangan.
Selayang Pandang Produksi Tebu
Gula adalah satu dari sembilan bahan pokok di Indonesia. Dengan demikian, industri tebu dikatakan sebagai elemen penting untuk menggerakkan ekonomi nasional. Industri tebu melibatkan sekitar sejuta petani tebu dan jutaan orang (sopir truk tebu, pabrik gula, karyawan produsen alat mesin pertanian) dan sektor pendukung lainnya (industri makanan dan minuman, industri kemasan dan lain-lain). Industri tebu adalah satu dari kekuatan ekonomi perdesaan harus didorong agar dapat memberikan multiplier effect optimal. Dampak sosial-ekonomi, khususnya pada lingkungan perdesaan dapat menjadi pilar sistem mutu pada budidaya tebu.
Industri gula saat ini didukung oleh 62 pabrik gula (PG) yang terdiri dari 51 PG BUMN dan 12 PG swasta. Konsumsi gula nasional untuk tahun 2014 adalah 5,7 juta ton yang terdiri dari 2,95 juta ton GKP (gula kristal putih) dan 2,75 juta ton GKR (gula kristal rafinasi. Dengan kapasitas giling 62 PG sekitar 205.000 TCD (ton cane per day), seharusnya PG-PG di Indonesia dapat memroduksi 3-3,5 juta ton gula per tahun (PTPN X. 2013).
Dewasa ini, tidak terpenuhinya produksi gula untuk memenuhi konsumsi nasional disebabkan oleh beragam masalah dan kelemahan yang terjadi di lapangan baik dari sisi manajemen on farm dan off farm. Permasalahan yang terjadi di sektor on farm akan berdampak pada sektor off farm dan sebaliknya. Sejak tahun 2009 hingga tahun 2013F (forecasting-red), pemenuhan konsumsi gula nasional oleh PG hanya bergerak pada interval 48-56%. Artinya, program swasembada gula tahun 2014 yang diisukan sejak lima tahun silam terancam gagal jika tidak ada inovasi dan terobosan dari para pemangku kepentingan industri tebu.
Parameter Tebu: Persyaratan Tebu Sebagai Bahan Baku untuk Menghasilkan GKP
Untuk bertransformasi menjadi GKP kualitas tinggi, tebu harus melewati proses produksi gula yang rumit. Dalam PG, terjadi beberapa tahap proses yang lama dan melibatkan fenomena ekstraksi, reaksi kimia, pemisahan, penguapan, kristalisasi, pengeringan dan pendinginan. Maka dari itu, tebu sebagai bahan baku dalam industri gula harus memenuhi standard mutu tebu yang disebut MBS (manis, bersih, segar).
Produktifitas gula dapat dicapai dengan menyiapkan bibit tebu yang murni, sehat (bebas pestisida), dan produktif (viabilitasnya tinggi). Ada dua cara untuk pembibitan tebu, yaitu cara konvensional dan kultur jaringan. Pembibitan konvensional biasanya diambil dari bibit tebu berumur enam hingga tujuh bulan. Pembibitan konvensional tidak bebas dari pestisida dan penyakit karena proses produksinya dilakukan di lahan. Hal ini berbanding terbalik dengan pembibitan dengan menggunakan kultur jaringan. Sehingga, pembibitan dengan kultur jaringan lebih direkomendasikan untuk meningkatkan produktifitas gula. (OPI_Sekper)
Dirangkum dari paper Sugarcane Supply Chain Management in Indonesia yang dipresentasikan dalam International Workshop on Agri-Supply Chain Management, Surabaya, 1 Juli 2013


Pendapat Pembaca:




Sumber: http://www.bumn.go.id/ptpn10/publikasi/berita/manajemen-rantai-pasok-tebu-di-indonesia-bagian-i/

Selama Kampanye, Traffic Data Telkomsel Naik 20 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu anak perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Telkomsel, mendapatkan keuntungan dari masa kampanye tahun 2014. Hal ini seiring dengan kenaikan lalu lintas data pemakaiaan telkomsel hingga 20 persen. 

“Di beberapa kota kalau kampanyenya besar, traffic data kita naik 20 persen, daerah yang ramai-ramai ya kota-kota besar, ada yang naik sampai 20 persen, itu sejak masa kampanye,” ujar Alex Sinaga, Direktur Utama Telkomsel di Jakarta, Jumat  (4/4/2014) malam. 

Oleh karena itu, sebut dia, hal tersebut menjadi salah satu faktor pemasukan untuk mencapai target double digit growth pada tahun 2014 ini. “Jadi kita sudah menghitung salah satu yang kita bisa hitung dari aktifitas masyarakat untuk dapat revenue 10 persen itu salah satunya karena itu. Tahun 2009 sama begitu juga,” katanya.

Sebelumnya, pada tahun 2013 Telkomsel mencatat pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan laba berseih masing-masing sebesar 10 persen. Total pendapatan Telkomsel mencapai Rp 60 triliun, EBITDA Rp 33,9 triliun, dan membukukan laba besih sebesar Rp 17,3 triliun. 

Telkomsel merupakan salah satu konributor pendapatan utama Telkom Group. Jumlah pelanggannya tumbuh 5,1 persen yang terdiri dari pelanggan seluler 131, 5 juta, pelanggan mobile broadband (Flash) 17, 3 juta, dan pelanggan Blackberry 7,6 juta. 

Telkomsel juga memiliki Base Transceiver Station (BTS) 69.034 unit dan sebanyak 27.034 unit diantaranya merupakan BTS 3G.


Pendapat Pembaca :
Menurut saya memang pada tahun 2014 ini dapat dikatakan sebagai tahun politik yang berarti banyak beberapa perusahaan yang mendapat keuntungan yang cukup meningkat pada tahun politik ini. Salah satunya adalah PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang mendapat keuntungan sekitar 20% dengan tingkat yang tidak sedikit ini membuat pemasukan Telkom ingin mencapai target double digit growth. Tidak hanya itu bahkan Telkomsel menjadi salah satu kontributor pendapatan utama di Telkom Group.


Sumber : 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/04/05/1119564/Selama.Kampanye.Traffic.Data.Telkomsel.Naik.20.Persen


Indomie Tembus Pasar Kazakhstan

JAKARTA, KOMPAS.com — Penandatanganan kerja sama antara perusahaan bisnis asal Kazakhstan Interex Group dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan di Kazakhstan baru-baru ini menjadikan produk mi instan bakal resmi masuk pasar Kazakhstan.

Adapun besar dan banyaknya kebutuhan Indomie di negeri Kazakhstan, menurut General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana, saat ini masih dalam tahap penjajakan. Namun menurutnya, pasar di negeri tersebut cukup besar.

Dari laporan tahun 2011, kapasitas produksi mi instan ini berhasil mencapai belasan miliar bungkus per tahun. Hal tersebut menempatkan Indofood sebagai produsen mi instan terbesar di dunia. Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 11 miliar bungkus adalah produk Indomie. Dari jumlah itu, sebanyak 880 juta bungkus diekspor.

Khusus untuk mi instan, penambahan telah dilakukan terhadap kapasitas produk dari pabrik yang ada di Jakarta, Palembang, dan Semarang. Dengan demikian, kapasitas mi akan didongkrak 13 persen dari sekarang 15,7 miliar bungkus per tahun.

Menurut Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang, beberapa waktu lalu, Indomie sudah diekspor ke 80 negara di lima benua selama lebih dari 20 tahun. Indomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Hongkong, hingga Taiwan. Namun, Indomie sudah terbang jauh ribuan kilometer mulai dari wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga benua Amerika.

Untuk memenuhi permintaan di berbagai belahan dunia tersebut, Indofood tidak sekadar mendatangkan Indomie dari Indonesia. Namun, perusahaan yang dirintis oleh taipan Soedono Salim ini juga membangun pabrik di sejumlah negara lain. Misalnya di Malaysia, Indofood mempunyai perusahaan Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd yang khusus memproduksi mi instan di Malaysia.

Untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika, Indofood menjalin kontrak perjanjian dengan berbagai perusahaan di sana untuk memproduksi Indomie. Misalnya saja dengan Pinehill Arabia Food Limited (Pinehill) di Arab Arabia, De United Food Industries Limited (Duhill) di Nigeria, Salim Wazaran Brinjikji Company (Sawab) di Syria, dan Salim Wazaran Abu Elata Co (Sawata) di Mesir. (Budi Prasetyo)


Pendapat Pembaca :
Menurut saya dengan penandatanganan kerjasama antara perusahaan di Kazakhstan dan PT Indofood membuat PT Indofood dapat melebarkan sayapnya ke dunia Internasional, bahkan dari laporan tahun 2011 lalu, kapasitas produksi mie instan ini berhasil mencapai belasan milliar bungkus per tahun, dari total tersebut terdapat 11 milliar bungkus adalah produk Indomie. Tidak hanya negara Kazakhstan, PT Indofood juga sudah mengekspor ke 80 negara seperti: Singapira, Malaysia, Brunei, Hongkong, Taiwan, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga benua Amerika. Ini dapat dikatakan PT Indofood menyebarkan kuliner khas Indonesia melalui produk Indomie karena dalam produk tersebut tersedia berbagai rasa khas Indonesia.



Sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/31/0041276/Indomie.Tembus.Pasar.Kazakhstan


Rabu, 26 Maret 2014

Financial scars linger: 1/3 of investors wary of stocks

NEW YORK — The psychological scars of the financial crisis have yet to wear off, according to a survey by Wells Fargo Private Bank that found that one-third of investors are still wary of putting money in the stock market five years after the depths of the bear market.
One-third of the 500 affluent investors that responded to the just-released survey conducted in early February said the 2008-09 financial crisis "is still a factor in how much stock they are willing to own," the survey found.
Other findings that show that investors' risk-aversion is still high five years after the worst stock market plunge since the Great Depression and despite market gains of nearly 180% for the Standard & Poor's 500 stock index:
·       More stock-free portfolios. Of those that remain wary of stocks, and who suffer from a "hangover" effect, 21% don't plan to invest in stocks at all.
"Despite the stock market reaching record highs this year, 21% of the respondents who remain wary of the market said nothing would get them to add more stocks to their portfolio," said Dean Junkans, chief investment officer for Wells Fargo Private Bank.
·      More conservative holdings. 87% of the wealthy investors, despite longer life spans today, said they are "either more conservative or have not made any changes" to their asset mix.
·      More focus on risk. Nearly half of the respondents, or 47%, said the most important factor in making investment decisions is "risk tolerance." Translation: many investors are still afraid of losing money in the stock market.
The takeaway: "Investors' confidence needs to be rooted in a conviction that they're taking appropriate risks to meet their long-term goals," says Junkans. "Without that conviction, emotional investing and reacting to daily news are a road to failure."
TNS, a consulting firm, conducted the firm for Wells Fargo Private Bank.


Reader's opinions : 
Mega Brilianingrum
14210307
4EA10

Despite the fact that the psychological scars of the financial crisis have yet to wear off, the stock market need to reassure the investors who don’t plan to invest in stocks at all to keep investing. Because the most important factor in making investment decisions is “risk tolerance”. The risk is haunting everyone in investment industry. Even the wealthy investors might get the risk as well. But keep holing on their commitment which is saying “either more conservative or have not made any changes” to asset their mix.
And apparently there are many investors who are still afraid of losing their money, it looks like they are not ready yet to run into the investment & stocks market. Because actually investors’ confidence is needed and it contains appropriate risks to meet their long-term goals. Without that conviction, investing and reacting to daily news are a road to failure. 



Source of article :

http://www.usatoday.com/story/money/markets/2014/03/26/survey-investors-still-wary-of-stocks/6903347/

Will this company soon be Buffett's biggest holding?

Believe it or not, Bank of America (ticker: BAC ) could soon become the single largest holding of Warren Buffett's Berkshire Hathaway (BRK-A ) . Shocking, I know, but the math is really quite simple.
Two and a half years ago, Buffett invested $5 billion in Bank of America. In exchange, Berkshire received a corresponding amount of preferred stock that pays a 6% dividend, and warrants to buy 700 million shares of the bank's common stock at an exercise price of $7.14 per share. The warrants expire in September of 2021.
At today's price of roughly $17.90, Berkshire has already more than doubled its initial investment -- and that excludes the preferred stake. The common-stock position has been so lucrative, in fact, that it's become, in effect, Berkshire's fifth largest equity holding.
So, here's the question: What will it take for Bank of America to supplant Wells Fargo (WFC ) at the top of Berkshire Hathaway's portfolio? And the answer is: Not as much as you might think.
Berkshire currently owns a little over 490 million shares of Wells Fargo valued at approximately $24 billion. Meanwhile, Berkshire's combined stake in Bank of America is worth a little more than $17.5 billion -- $5 billion for the preferred stock and $12.5 billion for the current value of the warrants.
Because the value of the preferred stake is essentially fixed, this means that the value of Berkshire's warrants will have to appreciate by around $6.5 billion. While that sounds like a lot, it isn't a considerable as you might think.
For this to happen, Bank of America's shares would need to increase by about $9.30 each. To be clear, that's no small accomplishment given that they've already climbed by 80% over the last two years. Additionally, there's every reason to believe that Wells Fargo's shares will continue to appreciate as well.
But Wells Fargo's stock trades for 1.62 times book value while the multiple on Bank of America's stock is 0.84 times book. To become Berkshire's largest holding, in turn, all Bank of America would need to do is close this gap by a little more than half.
Is that possible? Absolutely.
Once Bank of America puts the remainder of its financial crisis liabilities behind it (which could happen this year), it isn't unreasonable to think that the market will value its shares at more than one times book. And from there, it's only a hop, skip, and a jump to the 1.3 multiple that Bank of America needs to become, at least by holding size, Buffett's favorite bank.
The Motley Fool is a USA TODAY content partner offering financial news, analysis and commentary designed to help people take control of their financial lives. Its content is produced independently of USA TODAY.



Opinion reader :
 Apparently Buffett’s investment has gone beyond expectations. No one was expecting that Buffett’s investment would be that profitable. The fact that Berkshire has already more than doubled its initial investment has answered everything. The common-stock position has been so lucrative, in fact, that it's become, in effect, Berkshire's fifth largest equity holding. Isn’t that beyond your expectation?
And here popped up a question : What will it take for Bank of America to supplant Wells Fargo at the top of Berkshire Hathaway's portfolio? And the answer is: Not as much as you might think.
Berkshire currently owns a little over 490 million shares of Wells Fargo valued at approximately $24 billion. Meanwhile, Berkshire's combined stake in Bank of America is worth a little more than $17.5 billion -- $5 billion for the preferred stock and $12.5 billion for the current value of the warrants.

Bank of America needs to work harder to become Berkshire's largest holding, in turn, all Bank of America would need to do is close this gap by a little more than half. Is that even possible? The answer is just a simply yes. 

source of article : http://www.usatoday.com/story/money/markets/2014/03/26/bank-of-america-and-buffett/6879599/

Pemilu 2014, Kesempatan Kalangan Muda Pimpin Negara

JAKARTA — Dalam paparannya pada acara diskusi bertema "Mencari pemimpin muda berkualitas" yang diselenggarakan Habibie Center di Jakarta, Rabu (26/3), Anies Baswedan  mengatakan sudah saatnya calon pemimpin di Indonesia berasal dari kalangan muda agar pemerintahan di Indonesia berjalan dinamis.

“Menurut saya dibutuhkan Indonesia hari ini adalah sesuatu yang baru, berbeda dari yang sebelumnya, memang baru itu biasa diasosiasikan dengan muda, anak muda memang tak bisa menceritakan masa lalu karena pengalamannya minim, tapi anak muda bisa menawarkan masa depan dan yang dibutuhkan republik ini bukan cerita masa lalu, yang dibutuhkan justru adalah menjawab masa depan,” kata Anies Baswedan.

Peserta lain konvensi capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal berpendapat, kondisi Indonesia masa mendatang tidak lagi menghadapi persoalan-persoalan terkait ekonomi seperti krisis ekonomi atau krismon, melainkan kemampuan menunjukkan berbagai potensi.

“Presiden 2014 tidak lagi mengejar angka-angka krismon karena angka-angka krismon itu sudah terlewati oleh kita sekarang, sudah terkejar, tapi yang dikejar adalah angka-angka  yang mencerminkan potensi Indonesia,” ungkap Dino Patti Djalal.

"Ini harus bisa dimanfaatkan oleh kita semua untuk mempengaruhi peta geopolitik dunia, apakah itu terkait nasib seorang TKI, apakah itu terkait nasib Palestina, ataupun laut Cina Selatan, apapun even-even politik atau geopolitik dunia agar relevansi Indonesia sangat  bisa dirasakan dan diperhitungkan oleh komunitas dunia,” lanjutnya.

Pada kesempatan sama, mantan Presiden BJ. Habibie menegaskan sangat mendukung semangat  dan program yang ditawarkan para calon pemipin berasal dari kalangan muda.

“Presiden yang akan datang harus berusia antara 40 dan 60 tahun, dia harus bisa menyelesaikan masalah-masalah secara tuntas dan sebagai orang tua, saya salah kalau tidak memberikan toleransi dan kesempatan kepada yang muda berkembang, dan yang muda yang berkembang itu harus lebih baik dari generasi dari sebelumnya," kata mantan Presiden BJ Habibie.

"Menilai seorang pemimpin bukan apa yang telah dia hasilkan, jejak-jejaknya, tetapi apakah dia berhasil manusia-manusia yang dia pimpin lebih baik dari dirinya, kalau lebih baik is a good leader, kalau sama saja sangat malu,” lanjutnya.

BJ Habibie juga berharap para senior yang menjabat sebagai anggota DPR dan dalam pemerintahan saat ini memberi kesempatan bahkan mendukung kalangan muda untuk berkarya.



Pendapat pembaca :


Sumber : http://www.voaindonesia.com/content/pemilu-2014-kesempatan-kalangan-muda-pimpin-negara/1879552.html

Baru Terjadi, Pemerintah Indonesia “Mengguncang” Dunia

Baru kali ini – setidaknya dalam catatan saya – sebuah kebijakan pemerintah Indonesia mampu “mengguncang” dunia. Akibat kebijakan ini, sejumlah pihak baik perusahaan besar dunia maupun negara-negara terkemuka dan maju, berusaha mendekati pemerintah Indonesia. Jika sebelumnya, pemerintah Indonesia-lah yang melobi pihak-pihak tersebut, kini sebaliknya. Bukan hanya melobi, mereka juga melakukan berbagai cara untuk memengaruhi pemerintah Indonesia untuk mengubah kebijakan tersebut.
Kebijakan apakah gerangan?

Mungkin Anda sudah tahu lewat beberapa berita belakangan ini. Bank Dunia misalnya mengkritik kebijakan ini, karena menyusahkan pengusaha manca negara. Bank Dunia meminta Indonesia merevisi kebijakan ini atau sedikit melonggarkannya. Menurut Bank Dunia, kebijakan ini akan membuat iklim investasi terganggu. Bank Dunia pasti menyuarakan sejumlah negara dan perusahaan besar dunia yang terdampak kebijakan ini.

Lalu sejumlah negara, termasuk Jepang juga melobi pemerintah untuk melonggarkan aturan. Paling tidak, menurut mereka, jangan diberlakukan kepada Jepang. Hehe… emang enak! Jepang sekarang mengalami kesulitan besar, akibat dari kebijakan pemerintahan SBY ini. Rasanya baru kali ini, Jepang menghiba kepada Indonesia sedemikian cara. Mereka paparkan kesulitan sejumlah pabrik dan perusahaan di Jepang, yang berpengaruh terhadap kegiatan produksi. Bahkan, mungkin saja sebagian pabrik di sana berhenti beroperasi, akibat kebijakan Indonesia ini.

Masih ada lagi sejumlah perusahaan yang tetap saja merayu pemerintah, termasuk Freeport, perusahaan raksasa asal Amerika Serikat. Ketika kebijakan ini ditetapkan Januari lalu, Freeport sudah mengerahkan pasukannya untuk melobi. Bahkan pucuk pimpinannya di Amerika saja langsung datang ke sini dan menghadap ke sejumlah menteri. Sayang, dia tidak bisa menghadap SBY. Tapi nihil. Usaha mereka tidak digubris pemerintah. Kini mereka mencoba lagi bernego, untuk mengurangi beban biaya akibat dampak kebijakan tersebut. Aneh, perusahaan gudangnya emas dan duit itu, seperti loyo menghadapi kebijakan pemerintahan SBY.

Oh ya, Anda mungkin sudah tahu kebijakan apa yang saya maksud. Ya, kebijakan yang melarang perusahaan tambang di Indonesia melakukan ekspor bahan mentah mineral. Setiap perusahaan harus mengolah bahan mentah itu terlebih dahulu, sebelum mengekspornya. Kalau mereka kukuh melakukan ekspor, pemerintah menerapkan pajak yang sangat tinggi, sehingga mereka berpikir seribu kali untuk ekspor.

Kebijakan ini alasannya sangat rasional. Selama ini, bahan mentah mineral Indonesia disedot sekehendak hati oleh banyak perusahaan, dan diekspor ke manca negara. Harganya murah. Tapi produsen di Indonesia harus membeli lagi bahan mentah itu dalam bentuk olahan dari negara yang mengimpor dari Indonesia. Bahkan konsumen Indonesia pun terpaksa membeli beragam produk, yang dihasilkan negara lain dengan bahan mentah dari Indonesia. Di sejumlah negara, bahan mentah asal Indonesia ditumpuk sebanyak mungkin, termasuk di China dan di Singapura. Mereka yang dapat untung banyak!

Kali ini, pemerintah bertindak tegas. Stop eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Bank Dunia, Jepang, Freeport dan pihak lain harus menyadari, bahwa Indonesia tidak mau hanya menjadi kambing congek yang seenaknya mereka eksploitasi. Indonesia harus bisa “mengguncang” dunia! Kalau mau, ternyata bisa, kok….

Pendapat pembaca :


Sumber :http://birokrasi.kompasiana.com/2014/03/24/baru-terjadi-pemerintah-indonesia-mengguncang-dunia-641153.html?fb_action_ids=10152261702535600&fb_action_types=og.recommends

Minggu, 16 Maret 2014

ESDM Berharap Perusahaan BUMN Dukung Ketahanan Energi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung upaya ketahanan energi. Saat ini Kementerian ESDM tengah menggodok aturan soal peningkatan nilai tambah batubara menjadi salah satunya coal to liquid (CTL). 

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar menyampaikan, perusahaan yang mau membangun industri CTL tersebut butuh kepastian market (offtaker). "Karena sifatnya kebijakan, di mana pemerintah mendorong orang bangun industri CTL, wajar mereka bertanya siapa yang beli. Nah pemerintah ini harus bantu. Yang paling gampang kan nunjuk BUMNnya," papar Sukyar dijumpai usai diskusi, di Jakarta, Jumat (14/3/2014). 

CTL bisa digunakan untuk pembangkit listrik dan juga industri kimia. Sukhyar berharap, PT Pertamina (Persero), PT PGN (Persero), ataupun PT PLN (Persero) bisa menjadi offtaker jika industri ini tumbuh. 

"Kan penggunaannya bisa untuk listrik. Dan konon katanya harganya lebih murah dibanding natural gass," imbuhnya. 

Batubara merupakan sumber daya yang sangat beragam spesifikasinya. Indonesia kini menjadi salah satu pengekspor batubara terbesar, seiring dengan minimnya penggunaan domestik. Padahal, dibanding dua importirnya, yakni China dan India, cadangan batubara di Indonesia jauh lebih sedikit.


Pendapat pembaca.


Sumber Artikel:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/03/15/1617129/ESDM.Berharap.Perusahaan.BUMN.Dukung.Ketahanan.Energi

Harga Kawasan Industri di Indonesia Kurang Kompetitif

KUTA, KOMPAS.com — Harga kawasan industri di Indonesia relatif kurang bersaing dibandingkan dengan negara-negara kompetitor. Tingginya harga tersebut terutama untuk kawasan industri di sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Demikian Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Imam Haryono pada lokakarya pendalaman kebijakan industri di Kuta, Bali, Jumat (14/3).

Berdasarkan data Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang (Jetro) 2012, harga lahan kawasan industri di Bekasi atau Karawang 191 dollar AS per meter. Adapun harga sewa lahan di kawasan industri tersebut 19,1 dollar AS per meter per bulan.

Sebagai perbandingan, harga lahan per meter di kawasan industri Beijing berkisar 71-87 dollar AS, Shanghai 158 dollar AS, Guangzhou 95 dollar AS, Bangkok 119 dollar AS, dan Manila 52-102 dollar AS.

Sementara itu, harga sewa lahan per meter per bulan di kawasan industri Beijing berkisar 4,75-7,12 dollar AS, Shanghai 3,56 dollar AS, Guangzhou 2,37-6,33 dollar AS, Bangkok 6,95 dollar AS, dan Manila 2-6 dollar AS.

Imam mengatakan, peran pemerintah selama ini dalam menyediakan lahan kawasan industri minim dibandingkan negara- negara lain. Pengembangan kawasan industri di Indonesia kebanyakan dilakukan oleh pihak swasta.

Imam menilai pemerintah dapat melakukan intervensi untuk menjaga harga lahan tidak terlalu tinggi dengan membangun kawasan industri. Prakarsa ini dapat dilakukan pemerintah misalnya pada kondisi ketika tidak ada minat atau kemampuan dari swasta, padahal perlu ada percepatan industrialisasi di wilayah tersebut.

Menurut Imam, terbuka upaya mencari skema lain agar harga kawasan industri baru yang akan dibuka nantinya tak terlalu tinggi. ”Misalnya, tanahnya swasta, tetapi infrastruktur disediakan pemerintah,” katanya.

Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri Kemenperin Arryanto Sagala menekankan pentingnya ada rambu-rambu sehingga harga lahan di kawasan industri wajar sesuai kemampuan investor.

Data Kemenperin yang mengacu pada hasil survei 2013 mencatat, kawasan industri di Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa.

Ada 74 kawasan industri di Indonesia dengan total luas 30.038,35 hektar. Dari jumlah tersebut, 75,89 persen atau sebanyak 55 kawasan industri dengan luas 22.795,90 hektar ada di Jawa. Selanjutnya Sumatera dengan 16 kawasan industri seluas 4.493,45 hektar (14,96 persen), Sulawesi dengan 2 kawasan industri seluas 2.203 hektar (7,33 persen), dan Kalimantan satu kawasan industri seluas 546 hektar (1,82 persen).

Pemerintah mendorong konsentrasi industri ke luar Jawa. Penyebaran industri dengan proporsi 72 persen di Jawa dan 28 persen di luar Jawa pada tahun 2013 diharapkan akan bergeser. Pada tahun 2025 proporsi penyebaran industri diharapkan menjadi 60 persen di Jawa dan 40 persen luar Jawa. (CAS)


Pendapat pembaca.


Sumber artikel:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/03/15/0800030/Harga.Kawasan.Industri.di.Indonesia.Kurang.Kompetitif

China widens currency's fluctuation vs. dollar

BEIJING (AP) — China announced on Saturday a modest easing of exchange rate controls that have been criticized by Washington and other trading partners, adding to a flurry of reform initiatives aimed at making its slowing economy more efficient.
The range in which the tightly controlled yuan is allowed to fluctuate against the dollar each day will double in size, though to a still relatively narrow 2%.
The move was widely expected after Premier Li Keqiang promised in an annual policy speech last week to give market forces a "decisive role" in allocating credit and other resources in the state-dominated economy.
The ruling Communist Party says it wants to inject more competition into the economy and nurture self-sustaining growth based on domestic consumption instead of trade and investment.
In a steady drumbeat of recent changes, authorities also have announced plans to create China's first privately financed banks and promised to ease the tax and regulatory burden on entrepreneurs.
Widening the trading band will help to "optimize the efficiency of capital allocation and market allocation of resources to accelerate economic development," the central bank said in a statement.
The U.S. Treasury Department had no immediate reaction to the announcement.
China's rapid economic growth tumbled to a two-decade low of 7.7% last year. This year's official growth target is slightly lower at 7.%, but Li said this week Beijing will be flexible about it as long as the economy generates enough new jobs.
Washington and other governments complain Beijing suppresses the value of the yuan, unfairly making Chinese exports cheaper abroad and hurting foreign competitors.
The relatively small size of Saturday's change appeared unlikely to mollify Beijing's foreign critics. Some U.S. lawmakers have demanded punitive tariffs on Chinese goods if Beijing failed to ease controls, but the White House has resisted imposing sanctions.
Beijing reported a $260 billion global trade surplus last year, a $30 billion increase over 2012 and among the largest ever recorded by any country.
Chinese leaders say they plan eventually to let the yuan float freely, but private sector analysts say that might be decades away.
Beijing is reluctant to allow big changes in the currency for fear of hurting exporters that employ millions of workers. But analysts say they might have gained confidence from recent strong trade performance.
Allowing the yuan to rise in value would increase the buying power of Chinese households, helping to achieve the ruling party's goal of nurturing more sustainable economic growth based on domestic consumption instead of trade and investment.
A stronger yuan also could help to suppress pressure for politically sensitive consumer prices to rise by making imports cheaper.
Reform advocates say that by suppressing the yuan's value, Beijing has been forcing even poor households to subsidize exporters.
In recent weeks, the central bank has been guiding the yuan's exchange lower against the dollar in what analysts said was an effort to discourage speculators who are moving money into China to profit from the currency's rise.


Reader's Opinion :
Mega Brilianingrum
14210307
4EA10

China has been known to manipulate its currency and it has been criticized by Washington and other trading partners because Beijing suppresses the value of the yuan and unfairly making Chinese exports cheaper abroad and hurting foreign competitors.  And the government thinks that “if currency manipulation is so great for exports, why don’t we do it?”

Allowing the yuan to rise in value world increase the buying power of Chinese households helping to achieve the ruling party's goal of nurturing more sustainable economic growth based on domestic consumption instead of trade and investment and a stronger yuan also could make imports cheaper. But doesn’t that mean all the things which have involved poor households are for ruling party’s sake? Is it fair for those poor households? In conclusion, they need to stop manipulating their currency. 



Source of article : 
http://www.usatoday.com/story/money/markets/2014/03/15/china-currency-yuan-dollar/6473135/



Ini Alasan Pasar Modal Menyukai Jokowi

Jakarta -Secara tak terduga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejak pagi terpuruk langsung terbang jelang penutupan perdagangan. Ini ada hubungannya dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju jadi capres di Pemilu 2014.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup melompat 152,476 poin (3,23%) ke level 4.878,643. Sementara Indeks LQ45 ditutup terbang 36,261 poin (4,56%) ke level 830,668.

"Kenaikan IHSG didukung oleh Jokowi yang dipilih oleh PDI-P menjadi calon Presiden untuk pemilu 2014," ujar Analis Panin Sekuritas Purwoko dalam keterangan yang diterima detikFinance, Jumat (14/3/2014).

Kenaikan sebesar 3,23% ini terjadi di tengah melemahnya bursa regional akibat sentimen China dan Ukraina. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya pasar saham yang menguat di Asia.

"Pasar menyukai Jokowi karena dinilai mempunyai rekam jejak yang bersih, pro-rakyat, dan tegas," ujarnya.

Sentimen ini diperkirakan akan berlanjut ke perdagangan awal pekan Senin depan. Beberapa sektor yang akan dapat sentimen positif adalah infrastruktur, konstruksi, dan farmasi.


Pendapat pembaca :
Mega Brilianingrum
14210307
4EA10

Menurut saya, saat PDI-P mengusung Jokowi sebagai Capres dari partai tersebut pasti sudah banyak pro dan kontra dari masyarakat. Kebanyakan masyarakat berpendapat Jokowi tidak dapat menepati janji-janjinya ada saat kampanye pilgub pada saat itu. Dan apabila Jokowi terpilih menjadi presiden periode saat ini banyak masyarakat bertanya apakah Ahok yang akan menggantikan posisi Jokowi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.


Sumber Artikel:
http://finance.detik.com/read/2014/03/14/164539/2526149/6/ini-alasan-pasar-modal-menyukai-jokowi

LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (MANAJEMEN KRISIS)

Program penjaminan pemerintah (blanket guarantee) telah berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Namun, kebijakan tersebut meningkatkan beban anggaran negara dan berpotensi menimbulkan moral hazard oleh pihak pengelola bank dan nasabah bank. Dalam rangka mengurangi dampak negatif dari program penjaminan pemerintah tersebut, telah didirikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada tanggal 22 September 2004, LPS memiliki dua fungsi yaitu menjamin simpanan nasabah bank dan melakukan penyelesaian atau penanganan bank yang tidak berhasil disehatkan atau bank gagal.
Penjaminan simpanan nasabah bank yang dilakukan LPS bersifat terbatas untuk mengurangi beban anggaran negara dan meminimalkan moral hazard. Namun demikian, tetap dijaga kepentingan nasabah secara optimal. Setiap bank yang beroperasi di Indonesia baik Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diwajibkan untuk menjadi peserta penjaminan.  Adapun jenis simpanan di bank yang dijamin meliputi tabungan, giro, sertifikat deposito dan deposito berjangka serta jenis simpanan lainnya yang dipersamakan dengan itu. Skim penjaminan LPS telah dimulai secara penuh pada sejak tanggal 22 Maret 2007.
Apabila terdapat bank yang mengalami kesulitan keuangan dan gagal disehatkan kembali sehingga harus dicabut izin usahanya, LPS akan membayar simpanan setiap nasabah bank tersebut sampai jumlah tertentu, sebagaimana ditetapkan. Adapun simpanan nasabah yang tidak dijamin akan diselesaikan melalui proses likuidasi bank. Dengan adanya penjaminan simpanan nasabah bank oleh LPS, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dapat tetap terpelihara.


Penelitian Pembaca :
Mega Brilianingrum
14210307
4EA10

Menurut saya, adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk mengurangi adanya dampak negatif dari program penjaminan pemerintah. Penanganan bank yang tidak berhasil wajib dicabut izin usahanya dan adapun simpanan nasabah yang tidak dijamin akan diselesaikan melalui proses likud. LPS juga dapat membantu kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dapat tetap terjaga antara nasabah dan bank. 


Sumber Artikel:
http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/manajemen-krisis/lembaga-penjamin-simpanan/Contents/Default.aspx