Tampilkan postingan dengan label bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bencana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 November 2010

Doa untuk Indonesia

Ketika Indonesia sedang dihampiri, didatangkan oleh bencana demi bencana. Saudara-saudara kita yang menjadi korban dan nyawa yang menjadi taruhannya. Mulai dari adanya banjir, goncangan dari bumi, sampai meletusnya sebuah gunung Merapi. Ya Allah.. Nyawa demi nyawa kau ambil, rumah, sawah terengkut dalam hitungan detik.




Apa yang mereka rasakan?? Mereka sedih…
Karena orang-orang yang mereka sayangi harus pergi meningglakan mereka dengan cara seperti ini, semua hilang! Semua !!
Sahabatku kau tidak sendiri, ada kami yang siap membantu kalian walau kita jauh antar daerah tapi doaku selalu menyertaimu sahabat…
Jangan kalian menangis karena ada kita disini…
Tersenyumlah sahabatku karena esok hari kan datang lebih baik dari hari ini…
Doaku salalu untuk kalian…

Kamis, 30 September 2010

Jakarta Berpotensi Diguncang Gempa Besar

Hari ini persis satu tahun pasca gempa dahsyat berkekuatan 7,6 skala richter (SR) mengguncang Padang, Sumatera Barat. Dini hari tadi juga terjadi gempa berkekuatan 7,4 SR di Kaimana, Papua Barat. 

Gempa yang terjadi semalam di Papua Barat mengindikasikan adanya pergerakan gempa dari kawasan Indonesia Timur menuju Jawa dan Sumatera.

Menurut Staf Ahli Presiden Bidang Bencana dan Sosial Andi Arief, karena pergerakan gempa di lokasi yang sangat dalam itu, sejumlah daerah di Pulau Jawa berpotensi terkena rambatan gempa. Itu adalah Ujung Kulon, Tasikmalaya, hingga Jakarta. Gempa yang berpusat di kedalaman tinggi oleh para ahli diiyakini berpotensi merambat.
"Karena, bila Ujung Kulon dan Tasikmalaya terjadi gempa, itu akan sangat terasa di Jakarta. Bila Ujung Kulon gempa besar, Jakarta bisa roboh seperti Meksiko," kata Andi Arief kepada VIVAnews.com, Kamis 30 September 2010. "Apalagi tanah di Jakarta Utara sangat labil dan lempung."

Tanda-tanda pertama adanya rambatan gempa menuju Jawa terlihat saat terjadi gempa 26 September lalu di Kepulauan Aru, Maluku, yang mencapai 7,1 SR. Pergerakan semakin kentara dengan adanya gempa Baubau, Sulawesi Tenggara, yang berkekuatan 5,2 SR dan di Laut Banda, Aceh, 5,2 SR.  

Selain itu, juga pada gempa lainnya, pada 29 September kemarin saat terjadi gempa 6,8 SR di kedalaman 257 kilometer. Rambatan gempa menuju Jawa itu juga terlihat saat terjadi gempa di Kepulauan Andaman (India) dua hari lalu yang muncul bersamaan gempa Aceh.

"Jadi, kita tinggal menunggu gempa di sepanjang Sumatera dan Jawa. Mudah-mudahan tidak terlalu besar," kata Andi. Analisa ini didasarkan pada data statistik rambatan.

Dua daerah Sumatera yang berpotensi terkena gempa rambatan adalah di Bengkulu dan Mentawai.
Mentawai diprediksi tak lama lagi berpotensi diguncang gempa besar berkekuatan 8,1 SR. "Kita tidak bisa tahu itu kapan terjadi," kata Andi.

Meski demikian, Andi mengimbau warga Ibukota tak perlu panik. Soalnya, gempa tak bisa dihindari. Yang perlu dilakukan adalah menyiapkan tindakan antisipatif.

"Saat ini yang diteliti baru dua patahan, Sumatera dan Lembang. Jadi masih banyak gempa-gempa tak bertuan," kata Andi.
Maka itu, masih diperlukan banyak riset untuk mengidentifikasi patahan-patahan di Indonesia. Untuk itu, tim Andi telah mengajak Institut Teknologi Bandung membuat studi pascasarjana tentang ilmu gempa. (kd)

sumber: VIVAnews