Senin, 16 Mei 2011

BAB IV PERENCANAAN EKONOMI


Pengertian, Unsur dan Fungsi Perencanaan
Perencanaan Ekonomi adalah pengendalian dan pengaturan perekonomian dengan sengaja oleh suatu penguasa pusat untuk mencapai suatu sasaran dan tujuan tertentu di dalam jangka waktu tertentu pula. Menurut Mohammad Hatta, tujuan perencanaan adalah mengadakan suatu perekonomian nasional yang diatur, yang direncanakan tujuannya dan jalannya. Perencanaan pembangunan ditandai dengan adanya usaha dan tujuan yang bersifat pembangunan tertentu.
Ciri-ciri dari suatu perencanaan pembangunan:
1.      Usaha dalam meningkatkan pendapatan per kapita.
2.      Usaha Pengadakan perubahan struktur ekonomi.
3.      Usaha Perluasan kesempatan kerja.
4.      Usaha pembinaan lembaga-lembaga ekonomi.
5.      Usaha menjaga kestabilitas ekonomi.
Unsur-unsur perencanaan pembangunan:
1.      Strategi dasar rencana pembangunan.
2.      Adanya kerangka rencana makro.
3.      Perkiraan sumber-sumber pembangunan khususnya sumber pembiayaan pembangunan.
4.      Uraian kerangka kebijaksanaan yang konsisten.
5.      Perencanaan pembangunan adalah program investasi yang dilakukan secara sektoral.
Fungsi-fungsi perencanaan:
1.      Adanya pedoman yang ditujukan dengan tujuan perekonomian.
2.      Dengan rencana dapat dilakukan perkiraan potensi, prospek dan hambatan yang akan datang.
3.      Perencanaan sebagai alat ukur untuk mengadakan pengawasan evaluasi.

Sifat dan Peranan Perencanaan Ekonomi
Suatu rencana ekonomi bisa dianggap sebagai target ekonomi secara kuantitatif yang khusus dan harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Rencana ekonomi bersifat komprehensif atau parsial yang artinya menetapkan sasarannya mencakup seluruh aspek pokok perekonomian nasional, sedangkan yang bersifat parsial adalah hanya mencakup sebagian dari perekonomian nasional seperti sector industri, pertanian, luar negri, dsb.
Perekonomian pasar tidak sesuai dengan tugas operasional negara-negara miskin, yakni bagaimana memobilisir sumberdaya yang terbatas sehingga timbul perubahan structural untuk medorong pertumbuhan ekonomi yang lancer, cepat dan seimbang.
Di dunia system perekonomian dibagi menjadi 2 macam yaitu market economy dan planned economya, namun sebenarnya tidak ada perekonomian yang benar-benar berencana karena masalah perencanaan adalah masalah kadar atau derajat saja(formalitas). System sosialis yang terdesentralisir dapat dikatakan termasuk kategori pasar.

Perencanaan Dalam Perekonomian Kapitalis
Perencanaan pada umumnya merupakan usaha dengan tingkat pengerjaan yang tinggi dan harga yang stabil melalui kebijaksanaan fiscal dan moneter. Alat kebijaksanaan yang utama digunakan adalah terutama dalam bidang moneter, perpajakan, dan hubungan perdagangan luar negri.
Jadi, kalaupun tidak terdapat rencana ekonomi yang terisi dikebanyakan perekonomian kapitalis dalam arti seperangkat sasaran tertentu yang ditetapkan, tetapi perencanaan pemerintah dilaksanakan dengan dasar analisis trend masa lalu dan proyeksi keadaan ekonomi di masa yang akan datang.
Perencanaan Dalam Perekonomian Sosialis
Perencanaan peekonomian sosialis dikaitkan terutama dengan perekonomian Uni Sovyet (sebelum negara uni bubar) dan perekonomian ala Sovyet di Eropa Timur dan Asia (terutama RRC) dimana pemerintah secara aktif dan langsung mengendalikan gerak perekonomian melalui suatu proses pengambilan keputusan yang terpusat. Perbedaan yang esensial antara perekonomian kapitalis dan perekonomian sosialis adalah rangsangan versus pengendalian.
Perbedaan antara perana perencanaan perekonomian kapitalis dan perekonomian sosialis:
·        Peranan perekonomian kapitalis hanya berusaha untuk mencegah agar perekonomian tidak keluar dari lintasan pertumbuhan yang stabil yang diinginkan melalui alat kebijaksanaan yang aktif namun tidak langsung.
·        Peranan perekonomian sosialis hanya menetapkan seperangkat sasaran tertentu yang merupakan suatu rangkaian kemajuan ekonomi yang diinginkan akan tetapi juga berusaha melaksanakan rencananya secara langsung .

Perencanaan Dalam Perekonomian Campuran
Perekonomian campuran bercirikan adanya suatu lingkungan kelembagaan dimana sebagian dari sumberdaya produktif dan dikelola oleh pihak swasta, sedangkan sebagian oleh pemerintah. Tidak seperti perekonomian kapitalis yang biasanya pemilikan pemerintah hanya kecil sekali, maka perekonomian campuran dibedakan oleh adanya pengaruh pemerintah yang sangat besar.
Dua aspek utama dari Perencanaan Perekonomian Campuran:
1.      Penggunaan tabungan masyarakat dan pembayaran dari luar negri dilakukan secara sengaja oleh pemerintah untuk melaksanakan investasi-investasi pada proyek pemerintahdan memobilisir serta menyalurkan sumberdaya yang langka ke bidang yang bisa diharapkan memberi sumbangan ke arah kemajuan ekonomi dalam jangka panjang.
2.      kebijaksanaan pemerintah untuk mempermudah, bahkan mengendalikan keadaan ekonomi swasta untuk menjamin suatu hubungan yang serasi antara pengusaha swasta dengan pemerintah pusat.
Sifat kompromi dari keadaan tersebut yaitu antara rangsangan kapitalis dan pengendalian sosialis tampak jelas dari karakteristik perencanaan dan perekonomian campuran.

Perencanaan pembangunan di Indonesia
Pada orde lama, pembangunan nasional didasarkan atas pendekatan perencanaan pembangunan yang lebih mengutamakan usaha pembangunan politik. Usaha-usaha pada orde lama:
1.      Tahun 1947 dimulai suatu perencanaan beberapa sector ekonomi dan diberi nama Plan Produksi Tiga Tahun RI untuk 1948, 1949, dan 1950, ditujukan pada bidang pertanian, peternakan, perindustrian dan kehutanan.
2.      Tahun 1952 dimulai usaha perencanaan yang lebih bersifat menyeluruh, biarpun intinya adalah tetap sector publik.
3.      Tahun 1956-1960 telah berhasil disusun Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana Lima Tahun
4.      Tahun 1961-1969 berhasil disusun Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana, yang meliputi jangka waktu 8 tahun atas rencana tahapan 3 dan 5 tahun.
Program stabilitas dan rehabilitas ekonomi pembangunan sejak orde baru sebenarnya berpangkal pada Nation Building Approach dalm rangka:
1.      Jangka panjang, Pendekatan pembangunan secara utuh dan terpadu antara berbagai aspek kehidupan masyarakat.
2.      Jangka Menengah, Pendekatan pembangunan ekonomi dan social dengan lebih bertitik berat pada pembangunan sector pertanian dan sector pengembangan sector social serta kelembagaan menuju kesejahteraan dan kedilan social.
Rencana Pembangunan Lima Tahun Pertama(Repelita I) disusun dan dimulai sejak 1 April 1969. kegiatan perencanaan dilakukan pertama oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Indonesia tidak melepaskan diri dari asa politik ekonomi yang dianut.

(Ekonomi Pembangunan)

1 komentar: