Rabu, 05 Januari 2011

Faktor Bunuh Diri (tren bunuh diri di mall??)

Bunuh diri dipicu dari factor psikologi dan social
Pada tahun 2010 terdapat 10 kasuh bunuh diri. Sering kita dengar kasus bunuh diri ysng terjadi dikalangan masyarakat Indonesia. Apa penyebab dai seseorang melakukan bunh diri, apa faktornya?

Beberapa orang menyelesaikan masalahnya dengan bunuh dir. Ada beberapa factor penyebab bunuh diri, seperti masalah ekonomi dan psikologi dalam diri seseorang, mengapa psikologi? Karena puncak emosi atau labilitas seseorang berbeda-beda. Ada yang dapat mengontrol diri dan ada pula yang tidak dapat mengontrol diri dengan cara bunuh diri di tempat keramaian, karena bisa saja seseorang melakukan bunuh diri di tempat sepi seperti menggesekan karter/silet ke urat nadi atau dengan cara meminum racn serangga. Mengapa kebanyakan orang melakukan di tempat ramai seperti mall atau gedung lainnya?




Bapak Reza Indragiri selaku pakar psikologi forensic mengatakan bahwa seseorang yang melakukan bunuh diri di tempat keramaian adalah dengan maksut memperlihatkan kepada umum bahwa kondisi yang membuat saya melakukan bunuh diri secara tidak langsung korban mengatakan hidup ini tidak adil dan selalu berpihak kepada seseorang yang bernasib baik.  Sedangkan pakar sosiologi, bapak JF Warouw menyutujui pendapat Bp. Reza Indragiridan beliau menambahkan “manusia dikatakan makhul social karena manusia tidak dapat hidup sendiri dan dari itu pula manusia harus mempunyai pendamping atau teman dekat untuk dapat menasehati dalam sesuatu hal dan dapat mencegah perbuatan yang tidak diinginkan”.

Bapak Reza Indragiri

Pencegahan untuk tidak melakukan bunuh diri seperti perlunya pendamping dan dapat kita lihat cirri-ciri oaring yang akan melakukan bunuh diri tidak hanya orang-orang tertentu yang dapat kita perhatikan tetapi orang-orang yang mempunyai masalah dapat kita perhatikan gerak gerik orang tersebut sehingga tidak dapat mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.

Saya menulis tentang factor bunuh diri terinspirasi dari berita acara “apa kabar Indonesia”, dari situlah saya dapat menulis tulisan ini. Dan mohon maaf  bila ada kata-kata yang kurang berkenan, Terima kasih..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar